TRANSLATE

LINK ASSOSIASI
Banner
Banner
Banner
Banner
World Time
Jakarta
CALENDER
VISITORS
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday5
mod_vvisit_counterYesterday11
mod_vvisit_counterThis week41
mod_vvisit_counterLast week90
mod_vvisit_counterThis month192
mod_vvisit_counterLast month705
mod_vvisit_counterAll days319033

We have: 4 guests online
Your IP: 54.144.29.233
 , 
Today: Aug 17, 2017

PostHeaderIcon KELOMPOK NURUL IMAN (CIANJUR – JAWA BARAT)

Kelompok Nurul Iman adalah salah satu kelompok dampinngan PPSW Pasoendan yang berdiri sejak 8 Agustus 2011, beralamat di Kp. Pasir Nangka RT01/RW04 Desa Sukamulya Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur.

Dengan susunan pengurus sebagai berikut :

  • Ketua : Bu Erma
  • Bendahara : Bu Yayat
  • Sekretaris : Bu Siti

Kegiatan kelompok Nurul Iman yaitu simpan pinjam dan usaha kelompok. Usaha kelompok yang dijalankan diantaranya menjual kerudung, baju, dan barang elektronik dengan pembayaran secara berjangka atau tempo.

Last Updated (Wednesday, 25 May 2016 06:33)

Read more...

 

PostHeaderIcon PEMETAAN KONDISI, POTENSI SERTA KEBUTUHAN PELAKU USAHA DI CISARUA DAN LANGENSARI

(PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI WILAYAH PERKEBUNAN GOALPARA)

Pengorganisasian masyarakat adalah salah satu strategi yang digunakan oleh PPSW Pasoendan dalam menjalankan program di Sukabumi ketika bekerja sama dengan Stichting Java Village (SJV) sejak tahun 2012. Strategi ini dilakukan melalui pembentukan kelompok-kelompok perempuan sebagai organisasi lokal di basis yang diharapkan dapat memperkuat perempuan dalam membangun rasa percaya dirinya, meningkatkan kesadaran kritis serta mengembangkan kapasitasnya dalam bidang ekonomi, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam berorganisasi.

Last Updated (Tuesday, 24 May 2016 14:13)

Read more...

 

PostHeaderIcon PROFIL KADER SUKABUMI : IBU YANI ANDRIANI

Ibu Yani Andriani adalah seorang pengurus yang menjabat sebagai Bendahara di Kelompok bougenvile yang berlokasi di RT02 RW 03 Desa Cisarua Kecamatan Sukaraja  Kabupaten Sukabumi.  Kelompok Bougenville adalah salah satu kelompok perempuan yang didirikan dan didampingi oleh PPSW Pasoendan  sejak Maret 2015.

Sejak pendiriannya, kelompok ini mengalami kemajuan yang pesat baik dari sisi keanggotaan, pengumpulan modal kelompok maupun peningkatan kapasitas pengurusnya.  Jelang Sembilan bulan sejak didirikan kelompok ini sudah beranggotakan 119 orang yang terdiri dari 89 orang anggota dan 39 orang calon anggota.

Last Updated (Tuesday, 24 May 2016 06:30)

Read more...

 

PostHeaderIcon TEMU RIA SPB TATAR SUNDA

Minggu 24/04/2016 dilaksanakan kegiatan Temu Ria SPB Tatar Sunda Kab. Sukabumi tahun 2016, bertempat di GOR PUSBANGDAI Cikembang Sukabumi.

Peserta yang hadir di acara tersebut sekitar 200 orang perempuan yang berasal dari kelompok dan koperasi dampingan PPSW Pasoendan (KWPS), yang berada di Wilayah Kabupaten Sukabumi, Cianjur dan Citayem Bogor.

Ikut menghadiri kegiatan ini diantaranya perwakilan dari Stichting Java Village (SJV), Serikat PEKKA, Jajaran SKPD Kabupaten Sukabumi yang terdiri dari DinasSocial, BKKBD, Dekopinda dan Disduk Capil.

Last Updated (Monday, 16 May 2016 04:58)

Read more...

 

PostHeaderIcon DANA HARI TUA MANDIRI

Pada tahun 2014 Umur Harapan Hidup (UHH) pada waktu lahir di Indonesia adalah 72 tahun; rerata UHH perempuan adalah 77 sementara laki-laki adalah 71 tahun. Ini berarti kemungkinan perempuan menjalani kehidupannya lebih lama dari laki-laki. Dengan panjangnya masa hidup maka diperlukan upaya untuk menjalaninya dengan penuh rasa nyaman dikarenakan penambahan usia berarti terkait juga dengan munculnya penyakit-penyakit degenerative yang berimbas pada kebutuhan akan dana kesehatan di hari tua.

Hasil Survey Otoritas Jasa Keuangan di tahun 2013 menyatakan bahwa tingkat “Melek Keuangan” Indonesia sebesar 21,48%, dimana perempuan hanya 18,81%. Namun, justru sebanyak 51% Pengelolaan Keuangan Keluarga dikendalikan oleh Perempuan. Implikasinya, perempuan yang umur harapan hidupnya lebih panjang namun berpendidikan dan berpenghasilan rendah, mengakibatkan perempuan rentan terhadap kemiskinan di masa tuanya. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengubah paradigma bahwa umur panjang perempuan menjadi sebuah kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui perlindungan finansial.

Last Updated (Friday, 13 May 2016 09:11)

Read more...