TRANSLATE

LINK ASSOSIASI
Banner
Banner
Banner
Banner
World Time
Jakarta
CALENDER
VISITORS
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday25
mod_vvisit_counterYesterday12
mod_vvisit_counterThis week25
mod_vvisit_counterLast week121
mod_vvisit_counterThis month796
mod_vvisit_counterLast month452
mod_vvisit_counterAll days320733

We have: 22 guests online
Your IP: 54.90.159.192
 , 
Today: Dec 17, 2017

PostHeaderIcon PENGEMBANGAN PROGAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DI PANDEGLANG

Setelah kesuksesan empat KWPS di tahun 2015 diakui oleh pihak BKPP Kabupaten Pandeglang karena  hasil yang dicapai oleh kelompok perempuan dampingan PPSW ini sesuai dengan yang direncanakan dan dapat dipertanggungjawabkan, di tahun 2016 ini bertambah lagi 5 KWPS yang dipersiapkan untuk mengakses program tersebut.

Kelima KWPS tersebut adalah :

 

  1. KWPS Anggrek Bulan yang berlokasi di Desa Cilabanbulan Kecamatan Menes.
  2. KWPS Family Mekar yang berlokasi di Desa Cipicung Kecamatan Cikedal.
  3. KWPS Kemangi yang berlokasi di Desa Cisereh Kecamatan Cisata
  4. KWPS Insan Mandiri yang berlokasi di Desa Ciherang kecamatan Cisata.
  5. KWPS Tulip Harum yang berlokasi di Desa Kadusirung Kecamatan Saketi.

Last Updated (Friday, 13 May 2016 08:09)

Read more...

 

PostHeaderIcon KWPS PANDEGLANG MENGAKSES PROGRM KRPL

Kementerian Pertanian menginisiasi optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui konsep Rumah Pangan Lestari (RPL). RPL adalah rumah penduduk yang mengusahakan pekarangan secara intensif untuk dimanfaatkan dengan berbagai sumberdaya lokal secara bijaksana yang menjamin kesinambungan penyediaan bahan pangan rumah tangga yang berkualitas dan beragam. Apabila RPL dikembangkan dalam skala luas, berbasis dusun (kampung), desa, atau wilayah lain yang memungkinkan, penerapan prinsip Rumah Pangan Lestari (RPL) disebut Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Selain itu, KRPL juga mencakup upaya intensifikasi pemanfaatan pagar hidup, jalan desa, dan fasilitas umum lainnya (sekolah, rumah ibadah, dan lainnya), lahan terbuka hijau, serta mengembangkan pengolahan dan pemasaran hasil.

 

Last Updated (Friday, 13 May 2016 07:34)

Read more...

 

PostHeaderIcon AIR DATANG, TOILET TERPASANG, HATIKU PUN SENANG

Kurangnya akses air bersih dan sanitasi  kesehatan akan menjadi masalah bagi kondisi lingkungan masyarakat karena berdampak pada perubahan kondisi kesehatan masyarakat. kecenderungan masalah lingkungan menjadi issue penting saat ini antara lain: terjadinya perubahan iklim, mulai berkurangnya sumber daya alam, terjadinya pencemaran lingkungan baik terhadap air maupun udara sehingga tentunya akan berdampak pada timbulnya  sejumlah penyakit. seperti diare, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), dan demam berdarah, hal ini disebabkan karena tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan lingkungan masih rendah.

Last Updated (Friday, 13 May 2016 08:12)

Read more...

 

PostHeaderIcon MEMBUKA PELUANG MELALUI USAHA TERNAK

 

Masih dominannya perempuan bekerja pada sektor informal berpengaruh pada ketertinggalan perempuan dibidang ekonomi. Rendahnya akses perempuan terhadap sumberdaya ekonomi, ditandai dengan rendahnya akses perempuan  dalam pemanfaatan modal, serta rendahnya akses pada lembaga perbankan dan akses informasi pasar dan teknologi.

Atas dasar hal tersebut, PPSW Pasoendan bekerjasama dengan lembaga CARITAS memfokuskan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui pengembangan ekonomi. Dalam rentang waktu Agustus 2012 sampai dengan Juli 2013 salah satu kegiatan yang dilakukan adalah penyaluran bantuan bergulir berupa ternak kambing, bebek dan ayam. melibatkan 66 orang perempuan di wilayah Kecamatan Cisata Kabupaten Pandeglang serta Kecamatan Kalanganyar di Kabupaten Lebak.

Last Updated (Friday, 13 May 2016 08:21)

Read more...

 

PostHeaderIcon SECERCAH ASA BUAT SOBRI YANG DIFABEL BIBIR SUMBING

SOBRI anak berumur 9 Tahun beralamat di Kp. Pasir Koer Desa Kubang Kondang Kec. Cisata Kab. Pandeglang – Prov. Banten, ia baru saja naik ke kelas 2 SD Kubang Kondang 2. Sobri Anak Pertama dari Pernikahan Jariman, yang bekerja sebagai buruh tani dan penganyam bilik, dan isterinya  Jumriah juga sebagai buruh tani.

Sobri terlahir dalam kondisi Difabel bawaan sejak lahir dimana bibir dan gusinya rusak serta tidak  mempunyai langit langit. Sobri tumbuh dan berkembang  dalam kemiskinan sehingga  Kehidupan sosialnyapun tidak seperti anak-anak lainnya yang menikmati masa kecilnya penuh keceriaan, sebagaimana usia masa kecil masa yang paling bahagia,   dengan kondisinya yang seperti itu tidak ada anak yang mau mendekatinya apalagi berteman dengannya, terkadang orang dewasapun merasa tidak tega melihat keadaan Sobri.

Last Updated (Friday, 04 April 2014 04:33)

Read more...