TRANSLATE

LINK ASSOSIASI
Banner
Banner
Banner
Banner
World Time
Jakarta
CALENDER
VISITORS
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday8
mod_vvisit_counterYesterday12
mod_vvisit_counterThis week8
mod_vvisit_counterLast week121
mod_vvisit_counterThis month779
mod_vvisit_counterLast month452
mod_vvisit_counterAll days320716

We have: 5 guests online
Your IP: 54.90.159.192
 , 
Today: Dec 17, 2017

PostHeaderIcon MENJALIN KOMUNIKASI DENGAN PEMERINTAH DAERAH SUKABUMI

Menjalin komunikasi dengan pihak Pemda Sukabumi.

Sukabumi; Pada tanggal 25 Januari 2013.

Kelompok dampingan sebanyak 25 orang dan PPSW Pasoendan mengadakan kunjungan dan diskusi reguler ke kantor DISKOPERIDAG Kabupaten Sukabumi,

Kunjungan dan diskusi reguler bertujuan untuk menjalin komunikasi yang lebih erat dengan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi terkait dengan ingin dilahirkannya produk olahan khas Kabupaten Sukabumi yaitu makanan olahan yang terbuat dari TEPUNG PISANG oleh kelompok dampingan PPSW Pasoedan.  Dalam kegiatan pertemuan reguler diketahui bahwa menurut penelitian, pisang menjadi salah satu peluang untuk pengembangan usaha.

Last Updated (Friday, 04 April 2014 04:34)

Read more...

 

PostHeaderIcon MEMANG SOAL UANG

 

Sumber: Majalah Women’s Health

Tak perlu luar biasa kuat atau mendapat mukjizat untuk menjadi wanita hebat. Caranya sesederhana belajar dari pengalaman wanita lain.

Kami memilih 5 wanita nara sumber, hidup di lingkungan biasa, tapi jago di bidangnya.Menguasai 5 bidang ini, Anda bisa menjadi wanita yang siap menaklukan dunia sekaligus dicintai keluarga.

Why is everybody so obsessed? Money can't buy us happiness. Can we all slowdown and enjoy right now. Guarantee we'll be feeling alright. (Lagu Price Tag oleh Jessie J.)

Oh ya! Anda bisa menyanyikan lagu ini ketika kepala mulai pusing dan jantung berdebar kencang saat memasukan kartu ATM dan melihat angka di layar. Menenangkan diri, mengatakan tak perlu uang untuk bahagia padahal cemas setengah mati melihat saldo di bank.

Dan, pernahkah terbersit di pikiran Anda, bagaimana bila tua nanti saldo ATM tak akan lagi bertambah dari pemasukan gaji Anda? Bukan bermaksud membuat Anda makin berkeringat dingin. Tapi memang seharusnya sudah Anda pikirkan dari sekarang.


Menurut Helga Dyah Vianinditasari, program officer Pusat Pengembangan Sumber daya Wanita (PPSW), titel pendidikan formal berderet tak menjamin wanita mampu merencanakan keuangan untuk dirinya dengan baik.

 

"Survey PPSW dan Universitas Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar wanita Indonesia belum punya perencanaan keuangan untuk menghadapi masa tua," kata Helga.

Umumnya, wanita menggunakan pendapatan untuk belanja rumah tangga dan pendidikan anak. Sangat minim yang digunakan untuk diri sendiri. "Padahal ini sangat penting, apalagi harapan hidup wanita lebih panjang dari pria. Lansia wanita lebih banyak. Dengan perencanaan keuangan usia tua, wanita tetap dapat mandiri saat tua. Tidak meminta uang pada anaknya atau bidup terlantar," ujar Helga.

Baru-baru ini PPSW bersama Citi Indonesia menyelenggarakan pendidikan keuangan untuk wanita berpenghasilan rendah. Pendidikan selama 6 bulan ini mengadaptasi modul Tsao Foundation dari Singapura. Para peserta pelatihan ternyata mampu mengatur keuangannya. "Ada yang bertambah investasinya, bisa menahan diri, bahkan memperluas sayap bisnis," kata Helga.

63% PEREMPUAN MENYEBUTKAN UANG ADALAH HAL YANG MEREKA CEMASKAN

(Survei Pembaca Femina)

 

 

Last Updated (Tuesday, 13 September 2016 05:28)

 

PostHeaderIcon AKHIRNYA TAK MAU JADI BMP LAGI

 

 

Nama lengkapnya Tini Kartini biasa dipanggil Teh Tini, saat ini berusia 26 tahun. Sudah menikah dan mempunyai 2 orang anak, laki-laki berusia 10 tahun dan anak perempuan yang baru berumur  7 tahun. Teh Tini, demikian panggilan akrabnya,  tinggal di Kp. Karanggantung Tonggoh Desa Gunung Guruh, Kec Gunung Guruh - Kab Sukabumi.  Meski baru sekitar 3 bulan berada di rumah, Teh Tini telah masuk menjadi anggota kelompok Buniwangi yang berada di Kp. Karanggantung Tonggoh Desa Gunung Guruh Kec. Gunung Guruh Kab. Sukabumi.


Sebagai seorang mantan Buruh Migran Perempuan (BMP) yang sudah bekerja ke luar negeri sebanyak 3 kali, awalnya masih mempunyai keinginan untuk menjadi BMP lagi. Tetapi masukan-masukan dari pengurus kelompok Buniwangi, berhasil menyadarkan sehingga membatalkan keinginan teh Tini untuk kembali menjadi BMP ke luar negeri. Pada saat ini teh Tini menekuni usahanya yang baru dijalankan kurang lebih 1 bulan, yaitu dagang “seblak”(makanan khas Jawa Barat, menggunakan bahan baku macaroni). Teh Tini membatalkan niatnya untuk kembali menjadi BMP karena mendapatkan masukan dari pengurus kelompok Buniwangi yang sekaligus menjadi pusat layanan informasi bagi masyarakat yang berada di sekitar kelompok. Harapan pengurus yang sekaligus menjadi pengelola pusat layanan informasi, semoga usaha teh Tini terus berkembang dan dapat menjadi sumber penghasilan keluarganya.


Last Updated (Wednesday, 28 May 2014 04:22)

Read more...

 

PostHeaderIcon CERITA DAN SOSOK (Teh Yanti)

Sebelum bergabung di kelompok, Teh Yanti adalah tipe orang yang pendiam dan tidak percaya diri. Itu diutarakan ketika Pendamping Lapang (PL) mengunjungi Teh Yanti di rumahnya saat silaturahmi dan menanyakan siapa yang akan menjadi utusan kelompok untuk mengikuti pelatihan pengorganisasian masyarakat ( CO) yang dilaksanakan pada bulan Desember 2011 oleh PPSW Pasoendan untuk program PNPM Peduli.


Pada saat pertemuan tersebut, Teh Yanti bercerita saat dirinya kehilangan anak dikarenakan hamil diluar kandungan. “ .... Rasanya amat sedih dan menjadi ada yang kurang, terutama perasaan bersalah karena bisa kehilangan anak ....... ”, begitu ungkapnya. Namun masa sulit itu bisa terlewati tetapi efeknya, Teh Yanti jadi jarang keluar rumah sehingga kurang bersosilasisasi dengan yang lain.
“Saya jarang keluar rumah, rasanya tidak percaya diri jadi saya juga tidak aktif dalam kegiatan yang ada di lingkungan sekitar”..... sambungnya. Setelah mendengar cerita itu PL memotivasi Teh Yanti, mengajak untuk aktif di kelompok dan mengikuti pelatihan CO.


Last Updated (Monday, 15 April 2013 05:00)

Read more...

 

PostHeaderIcon WISUDA PROGRAM PENDIDIKAN KEUANGAN UNTUK PEREMPUAN MATANG

Acara wisuda (pelepasan peserta pelatihan pendidikan keuangan untuk usia matang) yang dilaksanakan di wilayah pandeglang pada tgl 11 Juli 2012 di laksnakan di pantai Carita Anyer dan Cianjur pada tgl 15 Juli 2012 di laksanakan di Rumah Pintar Annisa, begitu meriah serta antusianya ibu-ibu peserta wisuda dan keluarga serta anggota kelompok lainya yang ikut menyaksikan, rangkaian kegiatan pelaksanaan wisuda meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan-sambutan dari PPSW yang disampaikan oleh Ibu Helga Sebagai Koordinator Program Citi Assosiasi PPSW, Yayah Sobariyah dan Endang Sri Rahayu PPSW Pasoendan, Sambutan lainnya yaitu dari dinas terkait yang diharapkan kehadirnnya namun berhalangan hadir.

Last Updated (Monday, 15 April 2013 05:10)

Read more...