TRANSLATE

LINK ASSOSIASI
Banner
Banner
Banner
Banner
World Time
Jakarta
CALENDER
VISITORS
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday37
mod_vvisit_counterYesterday35
mod_vvisit_counterThis week131
mod_vvisit_counterLast week105
mod_vvisit_counterThis month329
mod_vvisit_counterLast month467
mod_vvisit_counterAll days319328

We have: 27 guests online
Your IP: 54.166.199.178
 , 
Today: Oct 19, 2017

PostHeaderIcon LAUNCHING RUMAH PINTAR

 

Pada Tanggal 27 Maret 2012, PPSW Pasoendan melaksanakan launching Rumah Pintar di Cianjur, di hadiri oleh para kader local, kepala Desa, Kecamatan Sukaluyu, tokoh masyarakat dan tim dari PPSW Pasoendan sebanyak 80 orang, acara cukup meriah di awali dengan doa bersama oleh bpk Ustad, sambutan dari bapak kepala desa, bapak Camat, dan dari Direktur PPSW Pasoendan,di akhiri dengan pemutaran video kegiatan Rumah Pintar.

Last Updated (Monday, 15 April 2013 05:14)

Read more...

 

PostHeaderIcon STUDI BANDING

 

PPSW PASOENDAN STUDI BANDING KE KP IBU BREBES

Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita Pasoendan (PPSW Pasoendan) Kabupaten Karawang, Jawa Barat melakukan studi banding ke Kelompok Pendamping (KP) Ibu Kabupaten Brebes. Pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Brebes mewakili Bupati Brebes H. Agung Widyantoro, SH, MSi adalah Asisten II Sekda Brebes, Ir. Muhamad Iqbal dan Ketua TP PKK Kabupaten Brebes Ny. Dra. Hj. Amy Agung Widyantoro, M.Kes di OR Setda Brebes, Kamis (19/1).

Studi banding ini merupakan koordinasi kemajuan pemodelan KP Ibu di Kabupaten Brebes dan Kabupaten/Kota lain di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pemilihan KP Ibu Kabupaten Brebes sebagai objek studi banding menurut Nursamsi, dari BPMPD Kabupaten Karawang karena di Kabupaten Brebes sudah diterbitkan Peraturan Desa dan Peraturan Kecamatan. “Hasil studi banding di beberapa daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah, semua berkomitmen tidak memakai susu formula dalam bentuk apapun untuk menyusui bayi,” Kata Nursamsi.

 

Last Updated (Thursday, 22 March 2012 02:39)

Read more...

 

PostHeaderIcon GALANG 1.000 TANDA TANGAN

 

 

(Media Info) Karawang - Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Pasoendan menggelar gerakan 1000 tanda tangan menolak susu formula di halaman kantor Camat Purwasari, Kabupaten Karawang, Jawa Bart. Gerakan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemberian Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan Air Susu Ibu (ASI) ekslusif pada bayi.
Program Manajer PPSW Pasoendan, Catur Handayani Yulianti, mengatakan, ada unsur pembodohan pada masyarakat dalam anjuran menggunakan susu formula. Padahal penggunaan susu formula tidak baik untuk bayi. "Dengan gencarnya iklan susu formula di media dengan berbagai kegunaannya, masyarakat menjadi tertarik, padahal tidak baik menggunakannya untuk bayi. Faktor gengsi juga membuat masyarakat banyak menggunakan susu formula. Terkadang masyarakat juga jadi melupakan asupan gizi lainnya untuk bayi," katanya


Gencarnya iklan susu formula, terutama di media massa maupun elektronik membuat kehadiran susu formula mudah diterima di masyarakat, apalagi saat ini di masyarakat berkembang budaya praktis dan instan, ditambah lagi dengan pengetahuan masyarakat yang kurang terhadap susu formula. Selain itu, adanya kerjasama pemerintah ataupun petugas kesehatan dengan produsen, membuat susu formula mudah diterima. "Setiap rumah pasti punya televisi, itu memudahkan susu formula diterima di masyarkat. Padahal, susu formula sangat berbahaya, bahkan bisa menjadi salah satu penyebab gizi buruk, karena mengandung bakteri yang berbahaya. Kalau anak kita sebulan sekali atau sering sakit, itu bisa disebabkan karena susu formula. Pandangan masyarakat mengenai gemuk itu sehat dan kurus itu kurang gizi itu harus dihilangkan. Karena tidak menutup kemungkinan gemuk itu sehat dan kurus itu kena penyakit. Jadi jangan tergiur untuk menggunakan susu formula," ungkapnya.

 

Untuk mengurangi penggunaan susu formula, Vina gencar melakukan kampanye penggunaan ASI terhadap masyarakat dan seminar sekaligus sosialisasi mengenai bahaya susu formula."Tantangannya harus berhadapan dengan petugas kesehatan, karena kadang mereka juga menganjurkan masyarakat menggunakan susu formula. ASI adalah yang terbaik untuk anak. Kalau diiklan susu formula itu bisa bikin cerdas, bisa cepat bisa apa, semua ada dalam ASI. Yang belum tersosialisasikan pada masyarakat juga, kalau ASI bisa diperas dan disimpan, jadi kalau sibuk misalnya, bisa memeras ASI dan disimpan. Penggunaan ASI yang terbaik untuk bayi, bukan susu formula," pungkasnya.(ahm).

Menurut Catur, pemberian ASI eksklusif di Karawang masih rendah. Masyarakat lebih banyak menggunakan susu formula sebagai solusi, karena berbagai alasan termasuk kesibukan. Padahal, dengan bekerjapun pemberian ASI eksklusif bisa dilakukan. "Saya juga sambil kerja bisa. Dengan gerakan ini kami ingin merubah mindset (pola pikir) masyarakat untuk kembali ke ASI eksklusif. Yang terpenting adalah asupan gizi seimbang. Jangan beranggapan dengan susu formula bayi bisa sehat. Ini demi kualitas sumber daya manusia kita kedepan agar bisa sehat dan cerdas. Mudah-mudahan kedepan pemberian IMD dan ASI eksklusif bisa meningkat," terangnya.

Sebelumnya, pendamping lapang PPSW Pasoendan, Vina Kurnia, mengatakan, dampak yang ditimbulkan dari susu formula tidaklah langsung, melainkan jangka panjang. Oleh karena itu, sangat tidak dianjurkan bagi bayi untuk meminum susu formula sebagai asupan gizi bagi anak. Menurutnya susu formula sudah tidak dipergunakan di negara-negara maju, sehingga susu formula dibuang ke negara dunia ketiga, termasuk Indonesia. "Celakanya, Indonesia malah menerima begitu terbuka produsen susu formula. Padahal susu formula ini tidak baik untuk bayi, bagaimana nasib generasi bangsa kedepan, kalau asupan makanannya sudah tidak sehat," jelasnya.

Dengan gerakan tersebut, lanjutnya, PPSW Pasoendan ingin memberikan pemahaman pada masyarakat bahwa pemberian ASI eksklusif jauh lebih bagus ketimbang susu formula. Selain itu, masyarakat juga jarang memberikan IMD. Padahal, IMD sangat bagus dan bisa menekan angka kematian bayi. "Setelah lahir, bayi langsung simpan di atas perut ibu, biarkan bayi mencari puting ibunya sendiri. Inisiasi menyusui dini sangat dianjurkan dan bisa membuat bayi lebih kuat. Kadang bayi yang lahir malah dikasih dot. Kalau sudah dikasih dot, kadang enggan menyusu. Ini yang salah, terus juga kalau ibu yang baru melahirkan suka dikasih susu formula, biasanya itu sudah satu paket dengan biaya persalinan. Padahal itu ada pembodohan juga," ujarnya.

 

Last Updated (Tuesday, 13 September 2016 05:29)

 

PostHeaderIcon HELARAN POSYANDU

KEGIATAN JALAN SANTAI, DALAM RANGKA HELARAN POSYANDU  SE-KECAMATAN PURWASARI

 

Rangkaian kegiatan Helaran Posyandu dalam program “Kesehatan berbasis masyarakat untuk membangun ketahanan dan kekuatan keluarga melalui Posyandu di wilayah Karawang” pada tanggal 4-6 Oktober 2011 Kegiatan antar desa    dan puncaknya diselengrarakan di Kecamatan Purwasari meliputi jalan santai Posyandu se-Kecamatan Purwasari, Promosi makanan sehat lokal, dan permainan rakyat.

Balita beserta orang tua yang datang dalam helaran posyandu mendapat pembelajaran tentang permainan rakyat yang mempunyai nilai kearifan lokal dan dapat merangsang tumbuh kembang anak, serta makanan sehat lokal yang bisa di  berikan pada balita dengan berbagai bentuk yang disukai mereka.

Pemberian makanan ini sebagai upaya untuk mempromosikan makanan sehat lokal yang murah dan bergizi dimana diharapkan para ibu bisa membuat di rumah karena bahan-bahannya mudah didapatkan di lingkungan sekitar.Sedangkan  media rakyat merupakan upaya dalam mengkampanyekan gerakan mendukung pemberian ASI Ekslusif serta membiasakan diri dalam melakukan kegiatan mencuci tangan

 



 

Last Updated (Monday, 22 April 2013 04:31)

 

PostHeaderIcon PELANGGAR IZIN TINGGAL DIPULANGKAN

Sumber KOMPAS

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Ilustrasi: Sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dari Arab Saudi, turun dari Kapal Motor (KM) Labobar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (4/5/2011).

Pemerintah Arab Saudi bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah mendata sedikitnya 1.000 warga negara Indonesia, termasuk tenaga kerja Indonesi dan anak-anak,  pelanggar izin tinggal. Mereka antre pendataan pemulangan di halaman asrama haji bekas Bandara Jeddah, di bawah suhu udara 40 derajat Celsius.

Demikian siaran pers Fungsi Penerangan Sosial Budaya KJRI Jeddah yang diterima di Jakarta, Rabu (21/9/2011).Arab Saudi merupakan negara yang menjadi tujuan penempatan TKI terbesar kedua setelah Malaysia. Banyak WNI yang masuk menggunakan visa kunjungan, kemudian bekerja di negara itu.

Pendataan ini bermula dari unjuk rasa ratusan WNI bermasalah dari berbagai kota di Arab Saudi, di depan KJRI Jeddah akhir pekan lalu. Mereka mendatangi KJRI setelah menerima informasi dari media elektronik, situs  berita, dan keluarga di Indonesia mengenai adanya program pemulangan gratis.

Walaupun masa pengampunan raja untuk pelanggar izin tinggal sudah berakhir Rabu (14/9/2011) lalu, Pemerintah Arab Saudi bersedia memberi dispensasi bagi WNI bermasalah. Sedikitnya 250 orang yang sudah didata dipindahkan petugas imigrasi Arab Saudi ke penjara imigrasi (Tarhil), Selasa (20/9/2011).

Mereka akan menjalani pemeriksaan dan pengambilan sidik jari untuk memastikan tidak terlibat kriminal dan menangkal masuk ke Arab Saudi selama lima tahun. Sedikitnya 313 orang menerima surat perjalanan laksana paspor (SPLP) siap dipulangkan.

Di Jakarta, Kepala Pusat Hubungan Masyarakat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Suhartono meminta masyarakat mengikuti prosedur untuk bekerja ke luar negeri agar tidak bermasalah nantinya.

Saat ini pemerintah masih menghentikan sementara penempatan TKI pekerja rumah tangga ke Arab Saudi sampai perjanjian perlindungan bilateral selesai.

Last Updated (Monday, 22 April 2013 04:36)