TRANSLATE

LINK ASSOSIASI
Banner
Banner
Banner
Banner
World Time
Jakarta
CALENDER
VISITORS
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday5
mod_vvisit_counterYesterday12
mod_vvisit_counterThis week5
mod_vvisit_counterLast week121
mod_vvisit_counterThis month776
mod_vvisit_counterLast month452
mod_vvisit_counterAll days320713

We have: 2 guests online
Your IP: 54.90.159.192
 , 
Today: Dec 17, 2017

PostHeaderIcon Aktivis Perempuan Sukabumi Dilatih Jurnalistik

CTC Mahnettik menggelar pelatihan Jurnalistik di Sekretariat Lembaga Penelitian Sosial dan Agama (LENSA) Sukabumi, (6-7/6/2010). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan ibu-ibu yang merupakan kader Pusat Pemberdayaan Sumberdaya Wanita (PPSW) Pasoendan wilayah Sukabumi.

Menurut Trainer CTC Mahnetik Sukabumi, Anas Fauzin, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program yang diadakan CTC Mahnet-tik Sukabumi selama satu tahun lebih yang telah melatih sekitar 150 ibu-ibu aktivis buruh migran Sukabumi.

“Pelatihan jurnalistik yang kami selenggarakan ini merupakan follow up kegiatan latihan internet dan komputer gratis yang diselenggarakan CTC Mahnetik Sukabumi, dan telah melatih 150 orang mantan dan keluarga Buruh Migran Sukabumi” ujarnya.

Anas pun menyampaikan bahwa pelatihan jurnalistik ini menghadirkan 3 orang trainer ternama dari Yogyakarta (Yossy Suparyo dan Fika Murdiana) juga dari Lakpesdam NU Cilacap (M.Fadli), dan difasilitasi sepenuhnya oleh Yayasan TIFA Jakarta. Hal ini dibenarkan koordinator wilayah Sukabumi PPSW Pasoendan, Endang Sri Rahayu. “Kami senang TIFA dapat membantu kami dalam memberikan penguatan kapasitas kepada para kader PPSW di Sukabumi,” ungkapnya gembira.

Last Updated (Monday, 09 August 2010 09:56)

Read more...

 

PostHeaderIcon Forum Kholifatunnisa, Tempat Curhat Perempuan di Cisaat

Selain sebagai tempat berbagi pengalaman, pertemuan Forum Kholifatunnisa juga tempat mencurahkan segala permasalahan yang dihadapi ibu-ibu pengurus di lingkungan kelompok dan koperasi dampingan Pusat Pengembangan Sumber Daya Wanita [PPSW] Pasoendan di Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Pertemuan Forum Kholifatunnisa dilaksanakan satu bulan sekali yang diselenggarakan oleh PPSW Pasoendan wilayah Sukabumi. Ada 20 ibu-ibu pengurus kelompok dan koperasi bercerita suka-duka pada saat mengelola kelompok dan Koperasi [29/3/2010]. Menurut koordinator PPSW Pasoendan, Endang Sri Rahayu [27], melalui pertemuan Forum Kholifatunnisa ibu-ibu pengurus kelompok dan koperasi banyak belajar pelbagai hal untuk mengatasi permasalahan di lingkungan kelompok dan koperasinya.

Last Updated (Monday, 09 August 2010 09:55)

Read more...

 

PostHeaderIcon Sedih Tapi Bahagia........

Bergabung dengan PPSW bukanlah hal yang mudah untuk Rohaeti. Rohaeti atau biasa dipanggil Iroh atau Eroy oleh rekan-rekan seperjuangannya adalah sosok perempuan kuat fisik dan mentalnya, sosok perempuan pemimpin yang bisa membimbing kelompok perempuan basis menuju masa pencerahan. Iroh yang berusia 39 tahun adalah ketua koperasi Kondang Jaya, ketua forum wilayah Pandeglang, guru honorer SD di Pandeglang, penjual baju kreditan, dan pengurus KWPS (Koperasi Wanita Pengembang Sumberdaya).

Bermula pada tahun 2001, ketika itu Iroh menjadi kader di desa Kondang Jaya, Iroh kebetulan dekat dengan ibu kepala desa. Saat itu ibu kepala desa Kondang Jaya ingin membuat sebuah koperasi di desanya namun bingung memilih siapa saja pengurusnya, dan beliau pun menunjuk Iroh sebagai pengurus koperasi itu. Sebelum koperasi itu terwujud, seorang kader kelompok dampingan PPSW yang sudah berdiri sejak tahun 90-an menceritakan, bahwa di desanya sudah terbentuk koperasi simpan pinjam yang kegiatannya bukan hanya simpan pinjam, tapi banyak pelatihan-pelatihannya dan ada yang membimbing.

Bermula pada tahun 2001, ketika itu Iroh menjadi kader di desa Kondang Jaya, Iroh kebetulan dekat dengan ibu kepala desa. Saat itu ibu kepala desa Kondang Jaya ingin membuat sebuah koperasi di desanya namun bingung memilih siapa saja pengurusnya, dan beliau pun menunjuk Iroh sebagai pengurus koperasi itu. Sebelum koperasi itu terwujud, seorang kader kelompok dampingan PPSW yang sudah berdiri sejak tahun 90-an menceritakan, bahwa di desanya sudah terbentuk koperasi simpan pinjam yang kegiatannya bukan hanya simpan pinjam, tapi banyak pelatihan-pelatihannya dan ada yang membimbing.Setelah itu ibu kepala desa dan Iroh pun diundang oleh kader tersebut untuk mengikuti pelatihan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan. Saat itu Iroh dan ibu kepala desa merasa tersanjung dan senang karena walaupun mereka bukan anggota kelompok dampingan PPSW tapi diundang ke acara tersebut.

Last Updated (Monday, 09 August 2010 09:56)

Read more...

 

PostHeaderIcon Kaum Wanita Pandeglang Soroti Buruknya Masalah Perhubungan

KAUM perempuan di Kabupaten Pandeglang banyak direpotkan dengan pengenaan tarif angkutan kota di wilayah itu yang dinilainya tidak jelas. Me­reka menyoroti masalah itu akibat ketidakjelasan instansi terkait di Pandeglang.

Sorotan, keluhan, dan kritikan terhadap masalah itu ditumpahkan para peserla dia­log kebijakan pertema "Peranserta Perempuan Basis dalam Pemberdayaan Ekonomi Rakyat' yang digelar di Gedung PKPRI Pandeglang, kemarin. Dialog yang diselenggarakan LSM Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Pandeglang bekerjasama Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Perempuan (PMDP) daerah setempat diikuti sedikitnya 100 orang kaum wanita berasal dari tujuh kecamatan.

Koordinalor PPSW Pandeg­lang, Ratu Fiva Saptarina, mengemukakan, dialog dimaksudkan menangkap permasalahan yang dihadapi kaum wanita di tingkat bawah, baik sebagai ibu rumahtangga maupun pelaku hubungan kemasyarakatan. M elalui kesempatan itu, perempuau Pandeglang mencoba didekatkan pada lembaga Iembaga pelaksana kebijakan agar dapat menyerap informasi serta menyampaikan pernik masalah terkait dengan kebijakan dimaksud yang mereka hadapi sehari-hari.

Last Updated (Monday, 09 August 2010 09:55)

Read more...

 

PostHeaderIcon Masitoh Lenyap Tanpa Kabar

SUKABUMI (Pos Kota) -Kisah pilu para TKW terus berulang. Masitoh,35, warga Kampung Cimaja, Desa Buniwangi, Kecamatan Geger Bitung, Kabupaten Sukabumi, sejak 9 tahun lalu lenyap tanpa kabar.

Menurut suaminya, Nadin, Jumat (22/6), istrinya berangkat ke Arab Saudi 11 tahun lalu, sekitar tahun 1996, melalui sebuah perusahaan jasa tenaga kerja PT Amri di Jakarta. Pada dua tahun pertama, istrinya masih memberi kabar melalui surat atau telepon. Bahkan sempat mengirim pakaian ke kampung halaman. Tapi setelah itu, Masitoh tak pernah lagi berkirim kabar.

“Sudah sembilan tahun ini, isteri saya tak pernah lagi berkirim kabar. Saya juga kebingungan untuk mencarinya,“ ujar Nadin.

Beberapa tahun terakhir, Nadin mengaku dibantu LSM yang mempunyai kepedulian dalam masalah TKW seperti Pusat Pemberdayaan Sumber Daya Wanita (PPSW) dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sukabumi, berupaya mencari istrinya. Namun hasilnya masih nihil.

Last Updated (Monday, 09 August 2010 09:55)

Read more...