TRANSLATE

LINK ASSOSIASI
Banner
Banner
Banner
Banner
World Time
Jakarta
CALENDER
VISITORS
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday30
mod_vvisit_counterYesterday11
mod_vvisit_counterThis week66
mod_vvisit_counterLast week90
mod_vvisit_counterThis month217
mod_vvisit_counterLast month705
mod_vvisit_counterAll days319058

We have: 29 guests online
Your IP: 54.144.29.233
 , 
Today: Aug 17, 2017

PostHeaderIcon KWPS NUR ANNISA (Citayam – Bogor)

Kelompok Nur Annisa dampingan PPSW Pasoendan yang beralamat di Desa Citayam Kecamatan Kabupaten Bogor ini menjadi salah satu kelompok yang memiliki semangat tinggi dalam membangun kerjasama antar anggota dan pengurus.

Berawal dari Bu Hernawati yang sekarang menjabat sebagai bendahara, dulu ia salah satu pengurus KWPS Nurul Hikmah (Dampingan PPSW). Berbekal ilmu dan penglaman yang diberikan PPSW kepadanya Bu Hernawati ingin bisa mengembangkan kelompok yang ada diwilayahnya (citayam) karena didaerahnya tersebut banyak warga yang terjerat oleh Bank keliling dan rentinir yang bisa menyengsarakan masyarkat disekitarnya. Dengan bantuan dampingan dari PPSW Pasoendan pada tangal 20 Mei 2012 terbentuknya kelompok Nur Annisa dengan susunan kepengurusan sebagai berikut :

  • Ketua : Ibu Risti
  • Bendahara : Ibu Hernawati
  • Sekretaris 1 : Ibu Riani
  • Sekretaris 2 : Ibu Wiyani

Last Updated (Tuesday, 13 September 2016 05:26)

Read more...

 

PostHeaderIcon PROFIL KADER KARAWANG : Ibu Nining Triana

Ibu Nining Triana lahir di kota Tasik, pada tanggal 16 Juni 1979 tepat 37 tahun yang lalu. Pindah ke Karawang pada Bulan Oktober 1996 untuk mengikuti suami dan keluarga neneknya yang sudah sejak lama bermukim di Karawang. Bulan September tahun 2000, Bu Nining mengikuti Jejak sang kakak untuk bergabung dengan KWPS Dahlia salah satu kelompok dampingan PPSW yang berlokasi di Dusun Sukatani Desa Pinayungan Kecamatan Teluk Jambe Timur.

Saat pertama bergabung dengan kelompok bu Nining memiliki karakter pemalu, tetapi sifat dasarnya yang rajin dan sigap dalam melakukan suatu pekerjaan menjadikan para pengurus berniat untuk melakukan kaderisasi terhadap dirinya dan mengajaknya dalam mengurus kegiatan kelompok. Tahun 2003 Bu Nining dipercaya untuk ikut mengelola kelompok Dahlia dan ditempatkan sebagai humas. Pada RAT selanjutnya dipercaya menjadi sekretaris dan kemudian ketua. Dalam Organisasi SPB Tatar Sunda Bu Nining juga dipercaya menjadi Ketua menggantikan Ibu Hj. Eneng Rina.


Sempat istirahat dari kepengurusan di kelompok dan membantu tim PPSW Pasoendan dalam program penguatan posyandu di tahun 2011 – 2012. Pengalaman yang didapat selama mengelola program Penguatan Posyandu menjadikan Bu Nining lebih percaya diri dalam berhubungan dengan pihak pemerintah dan dijadikan landasannya untuk memperluas jaringan kerjasama antar kelompok dan SPB Wilayah Karawang. Kerjasama ini dituangkan dengan membangun dan memperkuat posyandu-posyandu yang berada di lokasi-lokasi kelompok di Desa Pinayungan. Berbekal dana aspirasi yang bisa diakses ditambah lagi kerjasama dengan program PNPM dan warga sekitar, sebuah bangunan posyandu akhirnya bisa diwujudkan sebagai tempat untuk para balita memeriksakan tumbuh kembangnya setiap bulan. Program pemeriksaan kesehatan anggota kelompok dan papsmear pun menjadi agenda rutin tahunan bekerja sama dengan puskesmas. Kepiwaiannya di bidang posyandu menjadikannya tempat bertanya bagi para kader posyandu dari berbagai kecamatan yang menjadi wilayah kerja PPSW Pasoendan.

Berbagai sepak terjangnya yang bisa dilihat warga, membuatnya diusung sebagai calon RW pada pertengahan tahun 2015. Dengan bantuan para kader lokal dan pengurus kelompok lainnya dari sisi mobilisasi suara, melalui mekanisme 1 KK 1 suara, Bu Nining memperoleh kemenangan telak mengungguli calon lainnya dan menjadikannya Ketua RW untuk periode 2015 – 2021.

Ingatannya akan saat pertama menjadi ketua forum dan gemetar setiap kali diminta pidato membuatnya bertekad untuk terus membagikan pengetahuan dan keterampilannya kepada kader-kader dan pengurus kelompok lainnya. Harapannya akan ada lebih banyak pemimpin perempuan yang bisa menunjukkan kepiawaiannya dalam memajukan masyarakat. Sementara untuk kelompoknya Bu Nining selalu berharap bisa terus berkembang dan memberikan kesejahteraan terhadap seluruh anggotanya.

Last Updated (Tuesday, 13 September 2016 05:28)

 

PostHeaderIcon PENDIDIKAN ANGGOTA (PAg) PERKOPERASIAN

Selasa 31 Mei 2016 Koperasi-koperasi dampingan PPSW Pasoendan melaksankan kegiatan pelatihan Pendidikan Anggota Perkoperasian yang dilaksanakan di Sekretariat Koperasi Hasanah yang beralamat di Desa Cirangkong, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.

Peserta yang mengikuti pelatihan tersebut sebagian besar dari anggota SPB Tatar Sunda Sukabumi yaitu Koperasi Hasanah, Koperasi Nurul Iman, Koperasi Al-huda dan Koperasi  Al-Ikhlas.

Sebagai fasilitator dari Lapenkop Provinsi Jawa Barat Bapak Asep Nurdin dan ibu Eva, serta dari Lapenkop Kabupaten Sukabumi, Bapak Ruspandi dan Bapak Catri.

Menurut peserta yang mengikuti pendidikan anggota perkoperasian tersebut  begitu pentingnya kegiatan ini dilakukan disetiap Koperasi agar seluruh anggota benar-benar memahami bagaimana berkoperasi yg baik.


Seperti apa yg dikatakan Bapak Ruspandi bahwa idiologi koperasi harus terus menerus didengungkan dan menerapkan nilai-nilai luhur yaitu harus ditanamkan kepada seluruh orang yang terlibat di koperasi agar punya sifat gotong royong, toleransi, saling bekerja sama, mandiri, gemar menyimpan, sabar, dan sikap-sikap baik lainnya yang saat ini sudah banyak terkikis oleh rasa ego demi mementingkan kepentingan pribadi.

Penjelasan Bapak Asep Nurdin sebenarnya cikal bakal koperasi ini sudah berumur 1 abad lebih. Sebagai penggagas Raden Aria Wira Atmaja yg lebih dikenal di Bank BRI. Koperasi pada waktu itu tumbuh subur, hanya karena dtunggangi oleh politik sehingga jatuh.

Semoga para insan koperasi bisa menumbuhkan kembali jati diri koperasi sebagai Soko Guru Perekonomian Rakyat yang sebagai mana tujuan utama koperasi menurut Bung Hatta adalah agar koperasi menjadi sarana pendidikan moril bagi masyarakat dan anggota koperasi pada khususnya. Dari moril dan sikap yang baik itu maka sudah setengah jalan menuju masyarakat yang sejahtera sebagaimana dicita-citakan oleh koperasi.

Semangat Berkoperasi...!!!

Last Updated (Tuesday, 13 September 2016 05:30)

 

PostHeaderIcon KADER WILAYAH SUKABUMI : IBU IAH KURNIA NINGSIH

Ibu Iah Kurnia Ningsih atau yang akrab disapa sebagai Bunda Ningsih adalah salah satu kader lokal yang merupakan pengurus di  salah satu koperasi dampingan PPSW Pasoendan di wilayah Kabupaten Sukabumi yaitu Koperasi Nurul Iman yang didirikan sejak tahun 2001 dan berlokasi di Kp. Cidadap Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi.

Bu Iah bergabung dengan koperasi Nurul Iman sejak tahun 2002. Dan memulai aktifitasnya  sebagai anggota. Ada banyak proses dan pelatihan yang diikuti oleh Bu Iah selama rentang waktu 2002 sampai dengan tahun 2016 ini. Selain aktif dikoperasi Nurul Iman dimana sekarang beliau menjadi salah satu pengurusnya, Beliau juga aktif diposyandu yang berada di wilayahnya dan sejak tahumn 2002 terpilih dan dipercaya untuk mengelola Organisasi Serikat Perempuan Basis (SPB) Tatar Sunda wilayah Kabupaten Sukabumi.


Dalam testimoninya Bu Iah menyatakan manfaat  yang dirasakan dengan adanya pendampingan yang dilakukan oleh PPSW Pasoendan, selain bertambahnya teman karena silaturahmi yang terjalin, peningkatan rasa percaya diri juga dirasakan oleh Bu Iah. Kepercayaan diri inilah yang menjadi bekal Bu Iah untuk aktif  di masyarakat sampai akhirnya memperoleh kepercayaan dan pengakuan dalam hal mengurus laporan pertanggungjawaban serta keuangan koperasi. Dari sisi kapasitas, kemampuan yang juga meningkat adalah pengetahuan di bidang organisasi maupun administrasi keuangan. Pemahamannya mengenai kesetaraan jender yang membuat Bu Iah bersemangat untuk tetap memperjuangkan hak-hak perempuan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan bersama dengan kader lokal lainnya

Harapan yang dimilikinya adalah ingin perempuan-perempuan yang ada disekitarnya bisa menjalani kehidupan yang lebih baik,  memiliki  penghasilan sendiri serta bisa mengelolanya  walaupun dengan kesederhanaan.

 

Last Updated (Tuesday, 13 September 2016 05:31)

 

PostHeaderIcon PENYUSUNAN RENCANA BISNIS UNTUK ANGGOTA KELOMPOK

Peningkatan pendapatan bagi perempuan anggota kelompok dampingan PPSW Pasoendan menjadi salah satu tujuan dari pendampingan yang dilakukan dalam berbagai program. Dalam program kerjasama dengan Stichting Java Village di Desa Cisarua dan Langensari Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi, upaya untuk peningkatan pendapatan para perempuan pelaku usaha ini salah satunya dilakukan melalui pendampingan penyusunan rencana bisnis.

Kegiatan penyusunan rencana bisnis ini difasilitasi oleh tim akademisi dari UNPAD yang sudah melakukan pemetaan potensi, kondisi dan penggalian kebutuhan dalam proses sebelumnya. Ada 48 orang perempuan pelaku usaha yang mengikuti proses lanjutan ini. Tujuan pembuatan rencana bisnis ini adalah untuk :

 

  • Memastikan jalannya operasi   usaha  yang tepat.
  • Memberikan dorongan pada rencana-rencana unit kegiatan usaha.
  • Memutuskan arah organisasi dalam mencapai tujuannya.
  • Menentukan standar untuk menentukan kinerja Usaha.
  • Memperoleh dukungan dari konsumen, investor, Lembaga Keuangan  bahkan pihak-pihak lainnya.

 


Pengetahuan mengenai apa yang dimaksud dengan rencana bisnis, kegunaan, serta cara pembuatannya dijelaskan oleh para konsultan ini dengan bahasa lugas dan mudah dimengerti oleh ibu-ibu.

Ada tiga aspek yang dilihat dalam pembuatan bisnis plan ini yaitu :

  1. Aspek ekonomis meliputi biaya produksi, analisis pasar, penjualan, maupun profit margin.
  2. Aspek teknis yaitu mengukur kemampuan untuk menjalankan Usaha dengan baik.
  3. Aspek masa depan usaha.

Untuk mempermudah pembuatan bisnis plan ini para pelaku usaha di dikelompokkan dalam jenis usaha yang sama dan didampingi dalam langkah-langkah pembuatannya. Dalam tahapan perhitungan ini bisa terlihat usaha mana yang memiliki prospek untuk terus dikembangkan dan usaha mana yang masih membutuhkan pendampingan secara intensif.

Last Updated (Tuesday, 13 September 2016 05:34)