Program Membangun Jaringan Pasar Untuk Mengembangkan Usaha Emping Di Kabupaten Pandeglang (1).

1 November 2014 – 31 Oktober 2015.

Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Banten yang mempunyai potensi penghasil emping, sejak dulu di Kabupaten Pandeglang terkenal dengan produksi emping melinjo. Emping melinjo diproduksi secara manual oleh para perempuan basis dampingan PPSW Pasoendan. Kegiatan seperti ini sudah dijalankan sejak dulu hingga kini. Salah satu daerah di Pandeglang yang memiliki pengrajin emping cukup banyak adalah daerah Cikedal.

Kecamatan Cikedal adalah pemekaran dari Kecamatan Menes. Kecamatan Cikedal dipilih sebagai lokasi program dengan pertimbangan bahwa di daerah ini terdapat banyak perempuan yang mempunyai keterampilan memproduksi emping melinjo dan memiliki karakter pekerja keras. Keterampilan membuat emping didapat secara turun temurun. Ada beberapa tipikal emping yang umum dihasilkan pengrajin, tetapi yang berbeda disini adalah para pengrajin Cikedal memiliki keterampilan memproduksi emping jenis emping 1, dimana dalam kriteria produksi, emping jenis ini memiliki kesulitan cukup tinggi sehingga produk yang dihasilkan bisa dikategorikan produk super dan memiliki nilai jual tinggi.
Di Kecamatan ini, tanaman melinjo tumbuh dengan suburnya, memastikan ketersediaan bahan baku yang diperlukan oleh para pengrajin. Banyak dari para petani sudah paham bagaimana menghasilkan bahan baku emping yang berkualitas yang akan menghasilkan produk emping yang juga berkualitas. Ditambah lagi iklim di daerah ini juga mendukung untuk produksi emping.
Budaya gotong royong diantara penduduk/pengrajin masih kental melekat. Kebersamaan ini juga kembali dihidupkan dalam kelompok-kelompok perempuan/koperasi yang menjadi dampingan PPSW Pasoendan.
Peluang untuk memperluas pemasaran juga perlu difasilitasi, mengingat permintaan emping untuk luar daerah Banten cukup tinggi. Dengan membuka akses penjualan baik secara  langsung maupun online diharapkan dapat membantu para pengrajin ini di dalam meningkatkan pendapatannya.

 

 

A. Tahap Persiapan

1.  Survey Awal dan Penyusunan Data Base Pelaku Emping
Survey awal program untuk penyusunan baseline data pengrajin emping  di lakukan di wilayah program yaitu di Desa Tegal, Desa Mekar Jaya, Desa Karyasari, Desa Cening, Desa Bangkuyung, Desa Dahu, Desa Padahayu dan Desa Cipicung.
Tujuan kegiatan adalah untuk mengumpulkan data awal dan mendapatkan gambaran riil di lapangan mengenai perempuan pengrajin emping sehingga pencapaian dari program yang dilakukan dapat terukur sejak awal hingga akhir.
Kegiatan dilakukan selama minggu pertama dan kedua di Bulan Nopember  2014. Melibatkan tim PPSW Pasoendan, para kader local di 8 desa penerima program dan 316 orang pengrajin emping di 11 kelompok yang bersedia menjadi responden.
Dari kegiatan tersebut diperoleh gambaran dasar mengenai kesejahteraan pengrajin emping sampai pada saat data diambil, lamanya waktu mereka memulai aktifitas usaha berikut kontinyuitasnya, keahlian yang dimiliki, informasi perolehan bahan baku dan system pemasaran yang sudah mereka lakukan.
Hasil yang didapat dari pengumpulan informasi ini dijadikan dasar bagi PPSW Pasoendan untuk bisa menyesuaikan strategi pelaksanaan program berdasarkan kondisi dan kebutuhan lapang dengan berpatokan pada indicator-indikator yang sudah direncanakan sebelumnya.

2. Sosialisasi Program

Sosialisasi dilaksanakan di 11 kelompok yang menjadi penerima manfaat langsung dari program ini, juga kepada para stakeholder di tingkat desa dan kecamatan yang memiliki keterkaitan dengan perkembangan usaha emping di Kecamatan Cikedal.
Untuk tingkat kelompok, sosialisasi dilakukan pada saat pertemuan kelompok yang difasilitasi oleh Pendamping Lapang PPSW Pasoendan. Hal-hal yang disampaikan dalam sosialisasi ini meliputi maksud dan tujuan program, keterlibatan kelompok dalam program, rencana peningkatan pemasaran emping dan peran pengrajin dalam produksi.
Untuk lebih mengoptimalkan gerak di lapang, sosialisasi dilakukan juga pada para kader local kelompok dengan menjelaskan maksud dan tujuan program. Para kader local ini nantinya akan berperan sebagai motor penggerak di masing-masing kelompok sekaigus juga sebagai mempercepat laju akses informasi antara pengrajin dengan pasar dan PPSW Pasoendan.
Berdasarkan diskusi dengan para pengrajin dan kader local, disepakati bahwa produk emping yang dihasilkan akan dipasarkan dengan nama “Emping Percik” yang berarti emping hasil pembuatan pengrajin Cikedal.
Pihak lainnya yang terlibat di dalam proses sosialisasi ini adalah pihak desa, kecamatan, tokoh masyarakat dan keluarga para penerima manfaat.


3. FGD Pemetaan Kondisi, Potensi Dan Assessment  Usaha Emping

Bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara lengkap dan riil di lapangan mengenai usaha emping yang dijalankan oleh perempuan basis, melalui pemetaan kondisi, potensi dan resiko. Dalam kegiatan ini teridentifikasi kebutuhan-kebutuhan, serta rekomendasi  untuk mengembangkan usaha emping di  kec Cikedal kab Pandeglang.

Ada tiga kebutuhan yang muncul yaitu :

  1. Tersedia bahan baku secara kuantitas, kualitas  dan  harga relatif stabil
  2. Pengrajin emping yang kompetitif.
  3. Pemasaran  emping dengan harga yang stabil dan kontinyu.


Sementara rekomendasi yang dihasilkan diantaranya :

  • Ibu-ibu pengurus / kader  kelompok dari 11 kelompok dapat mengawal proses mulai dari pemilihan  bahan baku melinjo hingga menjadi produk emping  yang berkualitas bagus.
  • Perlunya kerjasama dari semua pihak .
  • Penyediaan bahan baku  (stok).
  • Perlengkapan kemasan produk “emping percik”.
  • Perluasan pemasaran emping.

Last Updated (Wednesday, 28 September 2016 05:06)