Sumber KOMPAS

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Ilustrasi: Sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah dari Arab Saudi, turun dari Kapal Motor (KM) Labobar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (4/5/2011).

Pemerintah Arab Saudi bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah mendata sedikitnya 1.000 warga negara Indonesia, termasuk tenaga kerja Indonesi dan anak-anak,  pelanggar izin tinggal. Mereka antre pendataan pemulangan di halaman asrama haji bekas Bandara Jeddah, di bawah suhu udara 40 derajat Celsius.

Demikian siaran pers Fungsi Penerangan Sosial Budaya KJRI Jeddah yang diterima di Jakarta, Rabu (21/9/2011).Arab Saudi merupakan negara yang menjadi tujuan penempatan TKI terbesar kedua setelah Malaysia. Banyak WNI yang masuk menggunakan visa kunjungan, kemudian bekerja di negara itu.

Pendataan ini bermula dari unjuk rasa ratusan WNI bermasalah dari berbagai kota di Arab Saudi, di depan KJRI Jeddah akhir pekan lalu. Mereka mendatangi KJRI setelah menerima informasi dari media elektronik, situs  berita, dan keluarga di Indonesia mengenai adanya program pemulangan gratis.

Walaupun masa pengampunan raja untuk pelanggar izin tinggal sudah berakhir Rabu (14/9/2011) lalu, Pemerintah Arab Saudi bersedia memberi dispensasi bagi WNI bermasalah. Sedikitnya 250 orang yang sudah didata dipindahkan petugas imigrasi Arab Saudi ke penjara imigrasi (Tarhil), Selasa (20/9/2011).

Mereka akan menjalani pemeriksaan dan pengambilan sidik jari untuk memastikan tidak terlibat kriminal dan menangkal masuk ke Arab Saudi selama lima tahun. Sedikitnya 313 orang menerima surat perjalanan laksana paspor (SPLP) siap dipulangkan.

Di Jakarta, Kepala Pusat Hubungan Masyarakat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Suhartono meminta masyarakat mengikuti prosedur untuk bekerja ke luar negeri agar tidak bermasalah nantinya.

Saat ini pemerintah masih menghentikan sementara penempatan TKI pekerja rumah tangga ke Arab Saudi sampai perjanjian perlindungan bilateral selesai.

Last Updated (Monday, 22 April 2013 04:36)