(Media Info) Karawang - Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Pasoendan menggelar gerakan 1000 tanda tangan menolak susu formula di halaman kantor Camat Purwasari, Kabupaten Karawang, Jawa Bart. Gerakan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemberian Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan Air Susu Ibu (ASI) ekslusif pada bayi.
Program Manajer PPSW Pasoendan, Catur Handayani Yulianti, mengatakan, ada unsur pembodohan pada masyarakat dalam anjuran menggunakan susu formula. Padahal penggunaan susu formula tidak baik untuk bayi. "Dengan gencarnya iklan susu formula di media dengan berbagai kegunaannya, masyarakat menjadi tertarik, padahal tidak baik menggunakannya untuk bayi. Faktor gengsi juga membuat masyarakat banyak menggunakan susu formula. Terkadang masyarakat juga jadi melupakan asupan gizi lainnya untuk bayi," katanya


Gencarnya iklan susu formula, terutama di media massa maupun elektronik membuat kehadiran susu formula mudah diterima di masyarakat, apalagi saat ini di masyarakat berkembang budaya praktis dan instan, ditambah lagi dengan pengetahuan masyarakat yang kurang terhadap susu formula. Selain itu, adanya kerjasama pemerintah ataupun petugas kesehatan dengan produsen, membuat susu formula mudah diterima. "Setiap rumah pasti punya televisi, itu memudahkan susu formula diterima di masyarkat. Padahal, susu formula sangat berbahaya, bahkan bisa menjadi salah satu penyebab gizi buruk, karena mengandung bakteri yang berbahaya. Kalau anak kita sebulan sekali atau sering sakit, itu bisa disebabkan karena susu formula. Pandangan masyarakat mengenai gemuk itu sehat dan kurus itu kurang gizi itu harus dihilangkan. Karena tidak menutup kemungkinan gemuk itu sehat dan kurus itu kena penyakit. Jadi jangan tergiur untuk menggunakan susu formula," ungkapnya.

 

Untuk mengurangi penggunaan susu formula, Vina gencar melakukan kampanye penggunaan ASI terhadap masyarakat dan seminar sekaligus sosialisasi mengenai bahaya susu formula."Tantangannya harus berhadapan dengan petugas kesehatan, karena kadang mereka juga menganjurkan masyarakat menggunakan susu formula. ASI adalah yang terbaik untuk anak. Kalau diiklan susu formula itu bisa bikin cerdas, bisa cepat bisa apa, semua ada dalam ASI. Yang belum tersosialisasikan pada masyarakat juga, kalau ASI bisa diperas dan disimpan, jadi kalau sibuk misalnya, bisa memeras ASI dan disimpan. Penggunaan ASI yang terbaik untuk bayi, bukan susu formula," pungkasnya.(ahm).

Menurut Catur, pemberian ASI eksklusif di Karawang masih rendah. Masyarakat lebih banyak menggunakan susu formula sebagai solusi, karena berbagai alasan termasuk kesibukan. Padahal, dengan bekerjapun pemberian ASI eksklusif bisa dilakukan. "Saya juga sambil kerja bisa. Dengan gerakan ini kami ingin merubah mindset (pola pikir) masyarakat untuk kembali ke ASI eksklusif. Yang terpenting adalah asupan gizi seimbang. Jangan beranggapan dengan susu formula bayi bisa sehat. Ini demi kualitas sumber daya manusia kita kedepan agar bisa sehat dan cerdas. Mudah-mudahan kedepan pemberian IMD dan ASI eksklusif bisa meningkat," terangnya.

Sebelumnya, pendamping lapang PPSW Pasoendan, Vina Kurnia, mengatakan, dampak yang ditimbulkan dari susu formula tidaklah langsung, melainkan jangka panjang. Oleh karena itu, sangat tidak dianjurkan bagi bayi untuk meminum susu formula sebagai asupan gizi bagi anak. Menurutnya susu formula sudah tidak dipergunakan di negara-negara maju, sehingga susu formula dibuang ke negara dunia ketiga, termasuk Indonesia. "Celakanya, Indonesia malah menerima begitu terbuka produsen susu formula. Padahal susu formula ini tidak baik untuk bayi, bagaimana nasib generasi bangsa kedepan, kalau asupan makanannya sudah tidak sehat," jelasnya.

Dengan gerakan tersebut, lanjutnya, PPSW Pasoendan ingin memberikan pemahaman pada masyarakat bahwa pemberian ASI eksklusif jauh lebih bagus ketimbang susu formula. Selain itu, masyarakat juga jarang memberikan IMD. Padahal, IMD sangat bagus dan bisa menekan angka kematian bayi. "Setelah lahir, bayi langsung simpan di atas perut ibu, biarkan bayi mencari puting ibunya sendiri. Inisiasi menyusui dini sangat dianjurkan dan bisa membuat bayi lebih kuat. Kadang bayi yang lahir malah dikasih dot. Kalau sudah dikasih dot, kadang enggan menyusu. Ini yang salah, terus juga kalau ibu yang baru melahirkan suka dikasih susu formula, biasanya itu sudah satu paket dengan biaya persalinan. Padahal itu ada pembodohan juga," ujarnya.

 

Last Updated (Tuesday, 13 September 2016 05:29)